
"Gayorti News: Ujian Teori SIM Pemalang Full Digital, Kasat Lantas AKP Fitriyanto Jamin Lulus Tanpa Celah Curang"
"Sistem Computer Assisted Test (CAT) Jamin Kelulusan Berbasis Kompetensi, Kasat Lantas AKP Fitriyanto Tegaskan Pengawasan Humanis"
Satpas Polres Pemalang membuktikan bahwa digitalisasi adalah kunci integritas. Sistem Computer Assisted Test (CAT) memastikan soal diacak otomatis dan nilai keluar seketika, sementara petugas aktif mendampingi peserta agar fokus pada materi, bukan kebingungan teknis.
"Secara keseluruhan, Sistem Ujian Teori CAT Satpas Polres Pemalang mendapatkan predikat 'Transparan & Berintegritas'. Kombinasi antara teknologi Computer Assisted Test yang terstandarisasi dan supervisi aktif petugas membuktikan bahwa digitalisasi mampu menutup celah kecurangan secara efektif. Komitmen Kasat Lantas AKP Fitriyanto terhadap kompetensi pengemudi menjadikan fasilitas ini model ideal pelayanan SIM yang adil."
Satpas Polres Pemalang berhasil mendemonstrasikan bahwa digitalisasi ujian SIM bukan sekadar ganti kertas ke layar, melainkan transformasi budaya pelayanan yang mengutamakan kejujuran dan kompetensi. Berdasarkan observasi visual ruang ujian CAT dan pernyataan Kasat Lantas AKP Fitriyanto, S.H., M.M., sistem ini menutup celah manipulasi sekaligus memastikan setiap pengemudi yang lulus benar-benar memahami peraturan lalu lintas.
PEMALANG || Gayortinews – Wajah baru pelayanan Satpas SIM Polresta Pemalang terlihat jelas di ruang ujian teori. Tidak lagi menggunakan lembar kertas dan pensil 2B, kini ratusan peserta ujian dihadapkan pada layar komputer touchscreen yang tersusun rapi dalam barisan. Suasana ruangan terasa kondusif, tenang, dan sangat terorganisir.
Dalam dokumentasi tersebut, tampak seorang anggota Satlantas Polresta Pemalang berseragam biru loreng sedang berdiri di samping meja ujian, memberikan arahan atau memastikan sistem berjalan lancar bagi seorang peserta muda. Kehadiran petugas di tengah ruangan bukan untuk mengintimidasi, melainkan sebagai bentuk supervisi aktif untuk menjamin kelancaran teknis sekaligus menjaga integritas ujian.
Kasat Lantas Polres Pemalang, AKP Fitriyanto, S.H., M.M., menegaskan bahwa digitalisasi ruang ujian adalah langkah konkret untuk mewujudkan pelayanan yang akuntabel dan bebas dari praktik curang.
“Sistem Computer Assisted Test (CAT) yang kami terapkan memastikan setiap soal diacak secara otomatis dan nilai keluar seketika. Ini menghilangkan celah manipulasi atau bocoran kunci jawaban yang sering terjadi pada metode konvensional,” ujar AKP Fitriyanto.
Ia menambahkan bahwa pendampingan petugas selama ujian berlangsung juga merupakan bagian dari standar operasional prosedur (SOP) baru. Petugas ditugaskan untuk membantu peserta yang mengalami kendala teknis, sehingga fokus peserta tetap pada materi uji pengetahuan peraturan lalu lintas, bukan pada kebingungan mengoperasikan alat.
“Kami ingin masyarakat Pemalang paham bahwa mendapatkan SIM itu harus melalui proses yang jujur dan kompeten. Dengan fasilitas modern ini, kami berharap lahir pengemudi yang benar-benar memahami aturan, bukan sekadar ‘lulus ujian’,” tegasnya.
Transformasi digital di ruang ujian Satpas Pemalang ini mendapat respons positif. Kombinasi antara teknologi CAT yang transparan dan pengawasan humanis dari petugas menjadikan Polresta Pemalang sebagai contoh good governance dalam pelayanan administrasi SIM di wilayah Jawa Tengah.



