
RATUSAN SANTRI KERACUNAN — KAPOLRESTA SIDOARJO LANGSUNG KE RUMAH SAKIT, PASTIKAN TIDAK ADA KORBAN JIWA!
505 santri terdampak — 420 sudah pulang, 65 masih dirawat, 20 dalam observasi; Kapolresta bersama Bupati pantau langsung, penyebab masih diteliti lewat uji laboratorium
Ratusan Santri Ponpes Manbaul Hikam Sidoarjo Keracunan Makanan
Diduga setelah makan bersama — 505 santri terdampak, 420 sudah pulang, 65 masih dirawat. Kapolresta Sidoarjo turun langsung ke RS pastikan penanganan maksimal. Hasil lab masih ditunggu.
Ratusan santri Ponpes Manbaul Hikam Tanggulangin Sidoarjo mengalami keracunan diduga makanan. Kapolresta Kombes Christian Tobing bersama Bupati kunjungi RSUD Notopuro & RSI Siti Hajar. 420 dari 505 sudah pulang, 65 dirawat, 20 observasi. Hasil uji sampel makanan masih ditunggu.
SIDOARJO || Gayortinews — Situasi darurat terjadi di lingkungan pendidikan agama: ratusan santri Pondok Pesantren Manbaul Hikam, Putat, Kecamatan Tanggulangin, Sidoarjo, mengalami gangguan kesehatan serius yang diduga bermula setelah mengonsumsi makanan bersama, Selasa (1/9/2026).
🚶 KAPOLRESTA TURUN LANGSUNG KE RUMAH SAKIT
Tak sekadar memantau dari kantor — Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol. Christian Tobing langsung bergerak ke lapangan, didampingi Bupati Sidoarjo, meninjau kondisi para santri yang dirawat di RSUD R.T. Notopuro dan RSI Siti Hajar. Di sana ia berbicara langsung dengan para santri dan keluarga yang menunggu.
“Semoga segera pulih dan sehat kembali. Kami pastikan mereka aman dan tim medis telah melakukan penanganan secara maksimal,” ujar Kombes Christian Tobing di sela kunjungannya.
Ia juga menenangkan para orang tua agar tetap tenang dan tidak mudah termakan berita yang belum jelas kebenarannya. Polresta Sidoarjo bersama Pemkab dan tenaga kesehatan terus memantau seluruh proses perawatan agar berjalan lancar dan aman.
📊 JUMLAH SANTRI TERPANTAU — PERKEMBANGAN HINGGA PUKUL 09.00 WIB
Berdasarkan keterangan Kasi Humas Polresta Sidoarjo AKP Tri Novi Handono:
Status Jumlah
Total santri terdampak 505 orang
✅ Sudah diperbolehkan pulang 420 orang
🏥 Masih dirawat di RS 65 orang
🩺 Dalam observasi 20 orang
“Alhamdulillah, semua santri yang dirawat ditangani dengan cepat dan baik. Tidak ada korban meninggal. Saat ini seluruh santri sedang dalam pemulihan,” jelas Kapolresta.
🔍 PENYEBAB MASIH DALAM PENELITIAN
– Sampel makanan sedang diuji di laboratorium dinas terkait untuk memastikan penyebab pasti keracunan
– Pengamanan dilakukan sejak proses evakuasi dari ponpes hingga tiba di rumah sakit
– Hasil laboratorium akan menjadi rujukan resmi, sementara masih dilarang menyebarkan dugaan atau informasi yang belum terverifikasi
“Kami imbau masyarakat dan keluarga santri: mohon tidak membuat maupun menyebarkan informasi yang berlebihan dan belum tentu kebenarannya. Percaya hanya pada informasi resmi dari pihak berwenang,” tegas AKP Novi.
Dari dapur ponpes hingga ruang perawatan rumah sakit — kecepatan evakuasi, perawatan medis, hingga kehadiran pimpinan kepolisian dan pemerintah daerah menjadi bukti bahwa penanganan dilakukan secara menyeluruh. Sambil menunggu hasil laboratorium, prioritas tetap satu: kesembuhan para santri, ketenangan keluarga, dan tidak menyebarkan kepanikan tanpa dasar.



