
Perjudian di Jl. Karawitan Kidal Dikelola Oknum TNI AD, Polsek Tumpang Diminta Segerakan Penindakan
Lokasi Terang-benderang, Pengelola Diduga Oknum TNI AD: Mengapa Polsek Tumpang Masih Membiarkan Perjudian Menggerogoti Warga?
⚖️ PERTANYAAN UTAMA: APAKAH SERAGAM MENJADI TAMENG YANG MELINDUNGI PERJUDIAN DI KECAMATAN TUMPANG?
Warga mempertanyakan keseriusan penegakan hukum: lokasi dan pengelola sudah teridentifikasi, namun aktivitas perjudian tetap berjalan leluasa. Dugaan perlindungan berkedok seragam membuat masyarakat semakin meragukan keadilan yang seharusnya ditegakkan tanpa pandang bulu.
Aktivitas perjudian sabung ayam, dadu, dan capjki di Jl. Karawitan, Dusun Mortes, Desa Kidal, Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang beroperasi secara terang-terangan dan diduga dikelola langsung oleh oknum TNI Angkatan Darat. Meskipun lokasi, jenis permainan, hingga identitas pengelola sudah diketahui warga, belum ada tindakan tegas dari aparat setempat. Masyarakat mempertanyakan keseriusan penegakan hukum serta mendesak agar hukum ditegakkan tanpa pandang bulu, sekalipun pelaku diduga menggunakan seragam sebagai tameng perlindungan.
MALANG || gayortinews — Warga sekitar Jalan Karawitan, Dusun Mortes, Desa Kidal, Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang, kini hidup dalam keresahan yang tak berkesudahan! Di tengah pemukiman warga, aktivitas perjudian sabung ayam, dadu, hingga capjki beroperasi leluasa, terang-benderang, dan seolah tak tersentuh hukum sama sekali.
Yang paling mencengangkan dan memalukan: berdasarkan informasi yang diterima, seluruh kegiatan gelap ini dikelola dan dilindungi langsung oleh seorang oknum TNI Angkatan Darat.
📑 LOKASI JELAS, PELAKU DIKETAHUI, TAPI HUKUM BUNGKAM
Semua fakta sudah terbuka lebar:
✅ Lokasi: Jl. Karawitan, Dusun Mortes, Desa Kidal, Kecamatan Tumpang, Malang
✅ Jenis Perjudian: Sabung ayam, dadu, capjki
✅ Pengelola: Diduga seorang oknum TNI Angkatan Darat
✅ Kondisi: Beroperasi rutin, ramai pengunjung, seolah memiliki izin abadi
Warga sudah tahu siapa yang mengelola, warga sudah tahu di mana tempatnya, warga pun tahu kapan aktivitas itu berlangsung. Namun anehnya, hingga saat ini belum ada satu pun langkah penindakan dari aparat kepolisian setempat. Apakah karena pemegangnya berseragam, maka hukum harus menunduk dan diam saja?
🛡️ SERAGAM ADALAH TANDA PELINDUNG, BUKAN TAMENG KEJAHATAN
TNI dibentuk untuk menjaga kedaulatan negara dan melindungi segenap bangsa. Bukan untuk menjadi pelindung atau pengelola aktivitas yang merusak tatanan sosial dan melanggar hukum negara. Praktik perjudian ini jelas bertentangan dengan sumpah prajurit, meresahkan warga, dan merusak masa depan generasi muda.
Kami pertanyakan:
❓ Mengapa Polsek Tumpang belum bertindak padahal informasi sudah begitu jelas?
❓ Apakah seragam TNI dijadikan tameng agar tidak ada yang berani menyentuh?
❓ Di mana pengawasan internal institusi terkait dugaan penyalahgunaan nama dan wewenang?
Kami tegaskan: Hukum berlaku sama untuk semua orang. Tidak ada yang kebal hukum, apalagi mereka yang memegang amanah menjaga hukum itu sendiri.
Kami menuntut Kapolres Malang Kabupaten beserta jajarannya segera turun tangan menyisir lokasi, mengamankan barang bukti, dan memproses hukum siapapun pelakunya tanpa pandang bulu. Kami juga meminta pihak institusi TNI menindak tegas anggotanya jika terbukti terlibat merusak nama baik korps dan meresahkan masyarakat.



