Bakti SosialBerita utamaDaerahHalo PolisiNasionalPolitikTerkiniUncategorized
Trending

Kapolri: Buruh Harus Siap Hadapi Perubahan & Perkuat Daya Saing Global — Rakernas KSBSI 2026

Hadapi perubahan, tingkatkan kompetensi, jangan tertinggal — Kapolri di Rakernas KSBSI 2026: buruh harus siap bersaing di tengah revolusi industri & ekonomi global

Kapolri: Buruh Indonesia Harus Siap Hadapi Perubahan Teknologi & Perkuat Daya Saing Global

Teknologi bisa menggantikan pekerjaan — tapi juga membuka peluang baru. Kapolri ajak buruh naik ke posisi strategis dan manajerial, kuasai pengetahuan baru. Revisi UU Cipta Kerja harus ruang dialog. Desk Ketenagakerjaan tetap hadir lindungi hak buruh.

Menutup Rakernas KSBSI 2026, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengingatkan buruh Indonesia untuk meningkatkan kompetensi dan kemampuan beradaptasi menghadapi revolusi industri, otomatisasi, serta perubahan regulasi ekonomi global. Teknologi bisa menggantikan pekerjaan rutin, namun buruh harus bergerak menuju posisi strategis dan manajerial agar tetap menjadi tulang punggung ekonomi. Revisi UU Cipta Kerja diharapkan menjadi ruang dialog bersama, sementara Desk Ketenagakerjaan Polri terus diperkuat sebagai mitra dan pelindung hak-hak pekerja. Kapolri juga mengapresiasi sikap tertib buruh yang menunda rencana unjuk rasa.

User Rating: Be the first one !

JAKARTA || gayortinews — Di hadapan ratusan perwakilan buruh dari seluruh Indonesia, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menutup Rakernas KSBSI 2026 dengan pidato yang menyeimbangkan kekhawatiran dan harapan. Tema pertemuan — “Membangun Daya Saing Buruh Indonesia di Tengah Perubahan Regulasi Ekonomi Global” — bukan sekadar judul, melainkan panggilan untuk bangkit.

 

Kapolri memulai dengan mengakui bahwa gelombang perubahan terasa menakutkan bagi banyak pekerja: AI yang mulai masuk pabrik, robot yang menggantikan tenaga manusia, dan pergeseran regulasi yang kadang membingungkan. Namun ketakutan itu, katanya, justru harus menjadi alasan untuk semakin memperkuat diri — bukan untuk menutup diri.

 

“Ketika mesin mengambil alih pekerjaan yang berulang — itulah saat kita harus bergerak ke pekerjaan yang membutuhkan akal, kepekaan, dan keterampilan yang tak bisa digantikan mesin. Di situlah peran buruh akan semakin berharga, bukan semakin murah.”

 

Mengenai pembahasan revisi Undang-Undang Cipta Kerja, Kapolri menekankan bahwa kemajuan tak boleh mengorbankan keadilan. Regulasi apa pun yang lahir nanti harus menjamin dua hal sekaligus — iklim usaha yang berkembang DAN perlindungan buruh yang memadai. Keduanya bukan berlawanan — saling memperkuat.

 

Sikap buruh yang memilih menunda rencana aksi demonstratif disambut apresiasi tinggi:

 

“Menahan diri bukan berarti lemah — itu justru menunjukkan kedewasaan. Kekuatan yang tertib adalah kekuatan yang dihormati dan didengar.”

 

Di akhir acara, Kapolri resmi menutup Rakernas KSBSI 2026 — sebuah pertemuan yang tak hanya membahas masalah, tapi juga membangun tekad: buruh Indonesia siap berubah, naik tingkat, dan menjadi pemenang di tengah perubahan dunia.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button