Berita utamaDaerahHalo PolisiPelayanan publikTerkiniUncategorized
Trending

"Gayorti News: Bukan Sekadar Nomor Antrean! Satpas Lumajang Terapkan Layanan Bernama, AKP Bayu Pratama Sudirno: 'Warga Harus Merasa Dihargai

"Identitas Jelas, Komunikasi Terbuka, Empati Tinggi: Transformasi Pelayanan Loket Pendaftaran SIM Lumajang yang Mengutamakan Martabat Warga"

Kasat Lantas AKP Bayu Pratama Sudirno menegaskan bahwa teknologi dan sistem antrean tidak boleh menghilangkan empati. Petugas seperti Rini dilatih untuk mendengarkan kebutuhan unik setiap pemohon, menjadikan proses administrasi terasa lebih hangat dan minim stres.

"Secara keseluruhan, Pelayanan Loket Pendaftaran Satpas SIM Lumajang mendapatkan predikat 'Personal & Akuntabel'. Transparansi identitas petugas melalui papan nama 'Rini' bukan sekadar formalitas, melainkan fondasi kepercayaan warga. Kombinasi antara sistem pendaftaran yang tertib dan empati aktif petugas membuktikan bahwa human touch tetap menjadi nyawa pelayanan publik yang berkualitas."

Filosofi Pimpinan yang Kuat: Komitmen AKP Bayu Pratama Sudirno terhadap konsep "warga bukan nomor antrean" diterjemahkan menjadi SOP interaksi nyata, bukan sekadar slogan.

User Rating: Be the first one !

LUMAJANG || Gayortinews – Kesan birokrasi yang kaku dan impersonal di Satuan Penyelenggara Administrasi (Satpas) SIM Polres Lumajang. Hal ini terlihat jelas dari interaksi antara seorang petugas wanita berhijab yang duduk di balik meja pendaftaran dengan nama “RINI” terpampang jelas di depannya, dan seorang pemohon muda yang sedang berkonsultasi.

 

Meskipun terdapat sekat kaca, komunikasi antara petugas dan warga tetap terjalin erat. Petugas tampak fokus mendengarkan dan memberikan penjelasan, sementara pemohon terlihat nyaman mengajukan pertanyaan. Nama papan nama “RINI” bukan sekadar identifikasi, melainkan simbol akuntabilitas dan keterbukaan—warga tahu persis siapa yang melayani mereka, menciptakan rasa aman dan kepercayaan sejak langkah pertama.

 

Kasat Lantas Polres Lumajang, AKP Bayu Pratama Sudirno, menekankan bahwa personalisasi pelayanan adalah kunci kepuasan masyarakat di era digital ini.

 

“Kami tidak ingin warga merasa seperti nomor antrean semata. Dengan menampilkan nama petugas secara transparan di setiap loket, kami membangun tanggung jawab individu sekaligus memudahkan warga jika ingin memberikan apresiasi atau masukan,” ujar AKP Bayu Pratama Sudirno.

 

Ia menambahkan bahwa meskipun sistem pendaftaran semakin数字化, sentuhan manusia (human touch) tetap tidak boleh hilang. Petugas seperti Rini dilatih untuk tidak hanya cepat dalam memproses data, tetapi juga empatik dalam memahami kebutuhan unik setiap pemohon—mulai dari pelajar yang pertama kali mengurus SIM hingga lansia yang mungkin kurang familiar dengan teknologi.

 

“Pelayanan prima itu kombinasi antara kecepatan sistem dan kehangatan interaksi. Ketika warga merasa didengar dan dihargai oleh petugas yang dikenal namanya, proses administrasi menjadi lebih lancar dan minim konflik,” tegasnya.

 

Langkah Polresta Lumajang dalam mengedepankan transparansi identitas petugas dan keramahan personal ini mendapat respons positif. Di tengah gempuran otomatisasi, kehadiran petugas yang “bernama” dan “berwajah” menjadikan Satpas Lumajang sebagai contoh nyata bahwa teknologi dan humanisme bisa berjalan beriringan demi pelayanan publik yang bermartabat.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button