
GERAMNYA MASYARAKAT “BEBASNYA PERJUDIAN DI BRONGKOS, DESA SIRAMAN, KECAMATAN KESAMBEN BLITAR”
Blitar Kabupaten || gayortinews.net – Ini kenyataan pahit yang terjadi sampai sekarang dari keterangan warga: judi sabung ayam dan berbagai jenis taruhan berjalan TERANG-TERANGAN, BERANI, SEOLAH HUKUM TIDAK BERLAKU, sudah bertahun-tahun, digerebek tapi selalu buka lagi.
Tepat di Dusun Brongkos, Desa Siraman, Kecamatan Kesamben, Blitar — masuk dari jalan desa sekitar 400–500 meter, di tengah kebun dan sawah, dikelilingi pohon lebat, tidak terlihat dari jalan besar tapi semua warga dan pemain tahu persis tempatnya. Tempatnya besar, bisa muat lebih dari 200 orang, ada tenda, lampu terang, tempat duduk rapi — dibuat permanen tapi mudah dibongkar pasang kalau ada kabar razia.
- Pasti buka setiap hari pasaran Legi, Pahing, Pon, Kliwon — mulai jam 14.00 sore sampai tengah malam, makin malam makin ramai. Hari libur atau hari besar makin besar, orang datang dari Blitar kota, Kabupaten, bahkan dari Kediri, Tulungagung, Malang.
- Jenis judi: Sabung ayam utama, ditambah dadu, kartu remi, tebak angka, taruhan uang besar. Taruhan mulai Rp 100 ribu sampai lebih dari 10 juta rupiah SEKALI ADU! Uang yang berputar sekali acara bisa tembus 200–300 juta rupiah.terang narasumber
- Aturan mereka: DILARANG keras bawa HP/kamera, kalau ketahuan diambil, dianiaya, diancam nyawa. Ada penjaga di semua jalan masuk, cek setiap orang yang datang, orang asing ditanya dulu atau dilarang masuk.
- Pemilik utama & bos besar: ARIP — warga setempat, sudah kelola lebih dari 10 tahun, dikenal semua orang di dunia judi se-Blitar. Dia yang punya tanah, modal, dan atur semuanya, jarang keluar sendiri tapi perintahnya mutlak.
- Tim inti:
- Sarto & Kasan: urus tempat, siapkan arena, ayam, perlengkapan
- Joko & Mat: jaga jalan, awasi, lapor kalau ada polisi atau orang mencurigakan
- Rusdi: pegang semua uang taruhan, hitung, bayar, ambil bagian keuntungan
- Semua warga kenal mereka, semua aparat tahu nama mereka — tapi sampai sekarang masih bebas bergerak.
INI Yang Paling Bikin Marah Warga Sekitar
- Mereka bayar uang pelicin besar-besaran — ada oknum yang dibayar diam, dibayar lindungi, bahkan diberi bagian untung. Makanya setiap kali mau digerebek, mereka sudah tahu duluan, langsung bubar, barang dibawa pergi, tempat kosong — sampai polisi datang, tidak ada apa-apa, seolah-olah tidak pernah ada kegiatan.
- Sudah digerebek berkali-kali: tempat dibongkar, ayam disita, orang ditangkap — tapi tidak sampai seminggu sudah buka lagi, tempat sama, orang sama, lebih berani dari sebelumnya! Kenapa? Karena yang ditangkap cuma anak buah, bos besarnya aman, dan uang mereka lebih kuat dari hukum.
- Mereka merasa tidak akan pernah tersentuh, merasa berkuasa, merasa tanah ini milik mereka sendiri — warga yang tidak mau ikut malah ditakut-takuti, diancam, diganggu supaya diam saja.jelas keterangan warga. (red)



