
Bekas Loket KA Sawotratap Sidoarjo Diduga Jadi Tempat Aktivitas Terselubung Dekat Sekolah, Warga Desak Aparat Segera Cek
SIDOARJO || gayortinews.net – Kekhawatiran melanda warga kawasan Sawotratap, Kecamatan Gedangan, Kabupaten Sidoarjo. Sebuah bangunan bekas loket Kereta Api Komuter yang sudah lama terbengkalai dan tidak terpakai, yang posisinya persis berada di depan SMA Hang Tuah 2 Sidoarjo, kini beredar kabar diduga dijadikan lokasi praktik aktivitas asusila terselubung.
Laporan bermula dari unggahan yang menyebar luas di berbagai media sosial. Disebutkan, bangunan itu kerap didatangi sekelompok orang pada waktu senyap, yaitu pukul 19.00 WIB hingga 02.00 WIB dini hari. Mereka diduga menggunakan aplikasi pesan singkat dan media sosial untuk mengatur jadwal pertemuan, berkoordinasi, hingga saling berbagi konten tidak layak sebelum berkumpul di lokasi.
Belum Ada Konfirmasi Resmi
Perlu ditegaskan, informasi ini sejauh ini baru berkembang di kalangan warga dan ruang maya. Belum ada pernyataan resmi maupun verifikasi langsung dari pihak kepolisian maupun instansi terkait mengenai kebenaran dugaan tersebut.
Khawatiran Mengancam Lingkungan Sekolah
Kabar ini memicu kegelisahan mendalam, mengingat lokasi bangunan berjarak sangat dekat dengan lingkungan pendidikan. Para orang tua murid cemas hal ini berdampak buruk pada pembinaan moral siswa, bahkan berpotensi menyeret pelajar ke hal yang tidak pantas.
“Kami takut anak-anak melihat hal yang tidak seharusnya, atau justru tergoda dan terjerumus. Lokasinya persis di depan sekolah, risikonya terlalu nyata,” ujar salah satu warga setempat.
Warga Desak Tindakan Cepat
Masyarakat meminta Satpol PP Sidoarjo, Polsek Gedangan, serta aparat kelurahan dan desa segera turun ke lokasi untuk memverifikasi laporan, meningkatkan intensitas patroli malam, dan melakukan penertiban jika terbukti ada pelanggaran ketertiban umum maupun tindak pidana.
Warga juga berharap penindakan dibarengi sosialisasi kesehatan reproduksi dan pencegahan penyakit menular seksual, agar penanganan tepat sasaran tanpa melahirkan tuduhan sepihak atau stigma keliru terhadap kelompok tertentu.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan dari Polres Sidoarjo maupun dinas terkait di lingkungan Pemkab Sidoarjo. Tim redaksi akan terus memantau perkembangan dan berupaya meminta klarifikasi pihak berwenang.(Red)



